Jumat, 28 Agustus 2009
Rabu, 11 Maret 2009
Bahaya stres jangka pendek
Bahaya stres jangka pendek
Posted: 05 Mar 2009 06:30 PM PST
Stres jangka pendek yang berlangsung hanya beberapa jam dapat merusak komunikasi sel-otak di beberapa daerah yang berhubungan dengan kemampuan belajar dan daya ingat, kata peneliti dari Unviersity of California.
Telah diketahui bahwa stres berat yang berlangsung selama beberapa pekan atau bulan dapat merusak komunikasi sel di wilayah ingatan dan kemampuan belajar di otak, tapi studi itu memberi bukti pertama bahwa stres jangka pendek memiliki dampak yang sama. Studi tersebut disiarkan dalam Journal of Neurosicence.
“Stres terus terjadi dalam hidup kita dan tak dapat dielakkan,” kata Dr. Tallie Z. Baram, pemimpin studi itu. “Temuan kami dapat memainkan peran penting dalam pengembangan obat saat ini yang mungkin mencegah dampak yang tak diingini ini dan menawarkan pemahaman mengenai mengapa sebagian orang lupa atau memiliki kesulitan untuk mempertahankan informasi selama situasi penuh tekanan.”
Dalam studi mereka, Baram dan rekannya mengidentifikasi suatu proses baru cara stres mengakibatkan dampak itu. Mereka mendapati bahwa bukannya melibatkan hormon yang dikenal luas sebagai penyebab stres, cortisol, yang mengalir di seluruh tubuh, stres akut malah mengaktifkan molekul tertentu yang disebut corticotropin releasing hormones (CRH) –yang mengganggu proses cara otak mengumpulkan dan menyimpan ingatan.
Para peneliti tersebut mendapati bahwa menghalangi interaksi molekul CRH dengan molekul reseptor menghilangkan kerusakan stres pada daerah yang terlibat dengan cara belajar dan ingatan.
Baram juga menyatakan bahwa ada kumpulan yang terbentuk yang memperlihatkan kemampuan untuk menghalangi reseptor CRH, dan studi itu dapat memainkan peran dalam pembentukan terapi berdasarkan kumpulan itu guna menangani kehilangan daya ingatan dan kemampuan belajar yang berkaitan dengan stres
Sumber : http://www.kapanlagi.com/a/stres-jangka-pendek-kurangi-daya-ingat.html
Posted: 05 Mar 2009 06:30 PM PST
Stres jangka pendek yang berlangsung hanya beberapa jam dapat merusak komunikasi sel-otak di beberapa daerah yang berhubungan dengan kemampuan belajar dan daya ingat, kata peneliti dari Unviersity of California.
Telah diketahui bahwa stres berat yang berlangsung selama beberapa pekan atau bulan dapat merusak komunikasi sel di wilayah ingatan dan kemampuan belajar di otak, tapi studi itu memberi bukti pertama bahwa stres jangka pendek memiliki dampak yang sama. Studi tersebut disiarkan dalam Journal of Neurosicence.
“Stres terus terjadi dalam hidup kita dan tak dapat dielakkan,” kata Dr. Tallie Z. Baram, pemimpin studi itu. “Temuan kami dapat memainkan peran penting dalam pengembangan obat saat ini yang mungkin mencegah dampak yang tak diingini ini dan menawarkan pemahaman mengenai mengapa sebagian orang lupa atau memiliki kesulitan untuk mempertahankan informasi selama situasi penuh tekanan.”
Dalam studi mereka, Baram dan rekannya mengidentifikasi suatu proses baru cara stres mengakibatkan dampak itu. Mereka mendapati bahwa bukannya melibatkan hormon yang dikenal luas sebagai penyebab stres, cortisol, yang mengalir di seluruh tubuh, stres akut malah mengaktifkan molekul tertentu yang disebut corticotropin releasing hormones (CRH) –yang mengganggu proses cara otak mengumpulkan dan menyimpan ingatan.
Para peneliti tersebut mendapati bahwa menghalangi interaksi molekul CRH dengan molekul reseptor menghilangkan kerusakan stres pada daerah yang terlibat dengan cara belajar dan ingatan.
Baram juga menyatakan bahwa ada kumpulan yang terbentuk yang memperlihatkan kemampuan untuk menghalangi reseptor CRH, dan studi itu dapat memainkan peran dalam pembentukan terapi berdasarkan kumpulan itu guna menangani kehilangan daya ingatan dan kemampuan belajar yang berkaitan dengan stres
Sumber : http://www.kapanlagi.com/a/stres-jangka-pendek-kurangi-daya-ingat.html
Rabu, 25 Februari 2009
Senin, 12 Januari 2009
Bila kita bicara tentang culture Batak, banyak hal yang sangat menarik untuk disimak baik yang bersifat negatif maupun positif, jadi tergantung dari mana anda mau melihatnya. Kami orang batak secara umum dikenal sebagai kelompok masyarakat yang sangat terbuka, dapat menerima perbedaan dan tidak selalu memaksakan keinginannya pada orang lain, tetapi disatu sisi memang kami punya rasa ego yang cukup tinggi terutama bila kami rasakan apa yang kami perbuat dan lakukan tidak mengganggu fihak lain serta kebenaran adalah tujuan utamanya. Tapi dari sisi lain mungkin orang batak dianggap berpengampilan garang/seram tapi itu dulu karena tinggal saya mungkin yang masih seram dari generasi batak yang lainnya mah sudah pada cakep dan berpenampilan menarik, namun kalau anada mengatakan anda lebih sangar dari saya itu boleh-boleh saja namanya juga demokrasi kan tidak ada yang melarang kita untuk mengutarakan pendapat. sebagai bukti dari bahwa generasi penerus orang batak sudah pada cantik ya lihat sendiri disekitar anda contohnya putriku Betsheba Sirait wah cantik bangat, meskipun bapaknya memiliki tampang pas-pasan itu lah bukti dari kemajuan. Kalau anda mengerti isi tulisan ini saya yakin anda adalah orang yang sangat bijaksana, karena saya sendiri ngak tau apa yang saya tulis iseng aja apa yang ada dipikiran langsung ketik habis perkara itulah cara berpikir simpel saya sebagai orang batak, jadi kalau mau nambahin tulisannya silahkan aja, mau ngomelin juga boleh hak sepenuhnya ada ditangan anda semua. Tapi satu koridor yang harus kita pegang adalah tidak boleh porno, mengandung SARA dan bersifat hasutan terhadap rasa nasionalisme tidak boleh disini.
Langganan:
Komentar (Atom)


